“Tundukkan Pandanganmu.”

“Sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak memandang, dan dipandang” – Aisyah RA.

Akan ada saatnya dimana seorang wanita merasakan risih, bukan kebanggaan… Jika banyak para kaum adam yang dapat memandang pakaian dan tubuh mereka. Karena ketika mereka tak bisa menahan pandangan, seharusnya wanita bisa menjaga diri untuk tidak dipandang apalagi disentuh, karena semakin takut seorang lelaki menyentuh wanita yang bukan mahramnya, maka semakin tinggi pula keimanannya.

Sesungguhnya tidak ada yang berujung indah jika diawali dengan hawa nafsu (mengikuti/memenuhi shaywat, termasuk memuaskan ego). Adapun yang berkaitan dengan hal tersebut akan menjerumuskan kedalam hal negatif, dan kejahatan, serta membuat manusia berfikir singkat. Janji Allah swt bahwa wanita yang baik akan mendapatkan laki2 yg baik, begitu pula sebaliknya.

Dalam islam, pernikahan harus disertakan untuk mencapai ke-ridhaan Allah swt. (Ridha = Bahagia) agar kehidupannya menjadi berkah, dengan memiliki imam yg dapat membina keluarganya, berperilaku lemah lembut terhadap anak2 perempuan (menjadikan ia satu2 sandarannya sblm menikah) dan tegas terhadap anak laki2 (memotivasi agar kuat dan semangat untuk kelak mencari nafkah yg halal). Dan wanita yg paham ilmu utk membimbing sikap kesantunan dan kesopanan anak2 serta menuruti perintah suami dengan tutur kata yang baik. Karena dalam mendidik anak tidak hanya dilakukan oleh sepihak.

Anak2 dididik bukan hanya sekedar untuk menyuruhnya menghafal tulisan2 arab di dalam Al-qur’an, melainkan dimaknai setiap artinya agar ia paham dan tak sekedar mengetahui mana yang baik dan buruk tetapi menjauhi yang buruk dan menjalankan yang baik, dan juga jika ia terjerumus terhadap lingkungan sosial tak hanya sekedar dibiarkan berkembang sendiri sebelum perbuatan yang mereka lakukan lebih jauh tanpa ilmu dan pengawasan orang tua mereka. Mengapa anak harus dididik seperti ini? Mengapa mereka harus menjadi anak2 yang shaleh? Karena tiba pada saat kita semua sudah tiada, doa dari mereka lah yang tetap mengalir untuk orang tua2 mereka agar bisa selamat dari siksa kubur dan tentunya anak yang menyadari hal itu tak akan mampu membiarkan orang tua mereka kelak di akhirat akan dihisab pula oleh perbuatan2 kita yang tetap akan menjadi pertanggung jawaban mereka dalam mendidik kita. Anda juga tidak berfikir jika kita sudah tiada tidak hanya akan menjadi debu kan? There is no YOLO. There is YOLO after YOLO (Yolo means You Only Live Once). Allah swt maha adil, segala urusan yang belum terselesaikan di dunia yang fana ini akan diselesaikan secara adil di akhirat kelak.

Selain itu, anak yang berakal tentu tahu bagaimana ia harus menyiapkan bekal untuk kembali serta mencari nafkah selama ia di bumi. Janganlah malu terlahir dari keluarga miskin tetapi malu jika mati “masih” dalam keadaan miskin, karena kita hidup harus berusaha tak sekedar leha-leha. Dan juga, amal2 shaleh dan sedekah jariyah (sedekah yang bermanfaat untuk orang banyak; termasuk ilmu) akan tetap mengalir pahalanya bagi kita hingga di alam baka kelak. Ingat, keberhasilan anak merupakan keberhasilan org tua, begitu pula dengan sebaliknya, Kegagalan anak adalah cerminan hasil didikan dari orang tua.

Bahagia tidak selalu identik dgn materi (akan habis) atau dengan fatamorgana/ilusi/khayalan belaka (hanya sesaat). Kasih sayang, waktu, perhatian, dan kehangatan tidak bisa diuangkan. Bagi anak muda yg tengah beranjak dewasa, mengorbankan kesabaran untuk menundukan hawa nafsu sama dengan berjihad di jalan Allah swt untuk mendapatkan ke-ridhaannya. Kita bisa menyibukkan diri dengan segudang hal positif dan sesuatu yang bermanfaat (misi) untuk masa kini dan masa depan (visi). Seiring dengan waktu yg telah berjalan, kita bisa mencontohi dan belajar dari pengalaman yg terjadi di sekitar kita.. Bagi mereka yang ingin berfikir.

Bismillah, selangkah pada-Nya👰🏻🙏🏻❣

Location: GH Universal Bandung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s