Surah Al-Furqan [27-29] – القرآن الكريم / Tentang Orang Kafir dan Musyrik

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

 

(27) وَيَوْمَ يَعُضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يَلَيْتَنِيْ اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا

(28) يَوَيْلَتَى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا

(29) لَقَدْ أَضَلَّنِيْ عَنْ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاءَنِيْ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْاِنْسَانِ خَذُوْلًا

  • Pada hari kiamat, orang-orang kafir dan musyrik menggigit dua jari tangannya sambil berkata: “Alangkah celakanya diriku, alangkah baiknya sekiranya didunia dahulu aku mengikuti petunjuk yang dibawa rasul Allah.
  • Ya allah, alangkah celakanya diriku, alangkah baiknya sekiranya di dunia dahulu aku tidak menjadikan orang kafir sebagai panutanku?
  • Sungguh orang kafir telah menyesatkan aku, sehingga aku lupa mengingat Allah setelah Al-Qur’an datang kepadaku. “Setan itu benar-benar menghinakan manusia.”

In english:

  • And the day the wrongdoer will bite on his hands (in regret) he will say, “Oh, I wish I had taken with the Messanger a way.
  • Oh, woe to me! I wish I had not taken that one as a friend. 

  • He led me away from the remembrance after it had come to me. And ever is Satan, to man, a deserter.”


Assalamualaikum, wr.wb.

Orang kafir dan musyrik yang dimaksud adalah, orang-orang yang tidak beriman dan tidak mengikuti ajaran agama islam. Termasuk menyekutukan Allah, mengaku adanya tuhan selain Allah. Bagi kaum tersebut, Allah sudah menjanjikan balasannya di akhirat kelak. Bagi mereka, kehidupan di dunia layaknya Surga yang bisa dipenuhi dengan berbagai macam keinginan hawa nafsu, yaitu bersenang-senang dan meninggalkan ajaran-ajaran Rasulullah. Hidup bagaikan tidak mengingat mati, apapun keinginan dituruti dan tidak percaya akan dosa. Bagi kaum muslim / umat terakhir Nabi Muhammad saw, wajib mengakui keberadaan Allah swt dan Rasulnya, dengan itu kita dianjurkan mengenal rukun Iman dan rukun Islam sebagai fondasi dasar agama kita. Jika kita sudah mengenalnya, tugas kita adalah untuk mengamalkannya.

Allah sudah menjajikan bagi orang-orang yang beriman dan beragama islam akan ditempatkan di Surga, walaupun beberapa diantara kita banyak yang tidak luput dari dosa, dosa kecil maupun dosa besar. Tetapi, sekecil apapun dosa tetap tercatat sebagai pertimbangan amal kita menuju akhirat, dan sekecil apapun dosa (dosa yang tidak terlihat oleh manusia, berbohong, penyakit hati, bahkan satu kali saja meninggalkan shalat, dan masih banyak lagi) tetap akan ada balasannya di akhirat. Ingat, satu tahun di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia, sedangkan bagi kita umat islam ibadah kewajiban kita adalah shalat 5 waktu dan hukumnya adalah wajib (jika tidak dilakukan, dosa). Menutup aurat bagi kaum hawa, juga wajib. Allah sangat baik mengapa ia perintahi kaum hawa untuk memakai jilbab. Alangkah lebih baik jika kita mencegah dari perbuatan dosa-dosa kecil apalagi dosa besar. Apalah arti 1 dosa besar dengan menumpuknya dosa-dosa kecil. Tidak akan ada manusia yang hidupnya mau disiksa nanti.

Bagi kaum kafir, dan terlebih dosa besar (syrik), yang menyekutukan Allah, tidak mengakui Allah, dan menyembah selain Allah, kemudian orang yang munafik (golongan orang yang tidak mendapat hidayah atau petunjuk dari Allah, sehingga jalan hidupnya yang ditempuhi tidaklah mengandungi nilai-nilai ibadah dan segala amal yang dikerjakan tidak mencari keredhaan Allah. Bermuka dua, mengaku beriman padahal hatinya ingkar) golongan orang-orang tersebut sudah dijanjikan akan ditempatkan di neraka untuk sepanjang masanya. Tidak ada tempat hidup di Surga, bagi mereka semua yang sudah diberi waktu dan kesempatan untuk belajar dan mengikuti ajaran Rasul setelah turunnya mukjizat Al-Qur’an di muka bumi ini. Bagaimana jika ada yang bertanya keturunan besar saya bukan muslim? Banyak sekali contoh diluar sana ilmuwan, pendeta, atheis, bahkan artis justru takjub atas kebenaran agama islam setelah mereka mencari tahu tentang agama islam dengan waktu yang tidak sebentar.

Kita bisa belajar dari contoh yang paling hangat sekarang yaitu gadis perempuan asal Tionghoa, menantu ust. Arifin Ilham (Larissa Chou, 20 thn) yang baru saja menikah dengan putra sulungnya Alvin (17thn) adalah mualaf, dia memiliki perjalanan untuk memasuki agama islam yang diawali dari sebuah perdebatan agama bersama Alvin tersebut, hidayahpun menghampirinya. Dia berjuang untuk mempelajari dan menegakkan ajaran Islam di lingkungannya meski banyak cobaan yang menimpa dirinya, tetapi Alhamdulillah iapun berhasil mengajak keluarganya untuk memeluk agama Islam. Meski dia baru belajar iqra, tapi niat istiqamahnya sangat kuat untuk langsung memakai cadar. Begitu juga dengan nabi besar kita, nabi Muhammad saw pada masanya dengan keadaan yatim piatu, ia menggembala kambing sejak umur 9 tahun, hingga ia meneggakkan agama Islam ketika ia telah diberi wahyu oleh malaikat jibril pada saat ia menyendiri di dalam gua hira (beruzlah). Pada saat itu ia menghindar dari orang-orang yang penuh dengan kebodohan/masa jahiliyah. Selama proses kenabian, ujian selalu menimpa dirinya, dari dilempari batu-batu, dianggap gila, difitnah, hingga berperang.

Seharusnya kita sebagai umat nabi Muhammad saw yang hidup pada akhir zaman ini bangga karena kita hidup dalam kemenangan di kalangan umat yang lain. Kita harus bisa menjaga generasi umat Nabi besar kita dan jauh dari orang-orang kafir dan kaum terkutuk, yahudi. Tetapi sangat disayangkan, banyak orang yang tertipu daya oleh orang-orang dari golongan tersebut, terpengaruhi, mengikuti, bahkan terbutakan karena ambisi mereka yang menaklukan kejayaan dunia, tak sedikit orang-orang kafir dijadikan sebagai panutan dan idola sebagian umat muslim. Sungguh saya sangat-sangat prihatin dan kasihan melihat mereka yang sudah tersesat, hilang arah, hingga tujuan hidup. Bahkan yang lebih bodohnya lagi, ada sebagian yang berbangga diri karena kejayaannya berhasil bersama orang kafir padahal status agamanya dilupakan, ya ampun jangan sampai kita umat islam terjerumus deh. Yang sangat miris, murtad (keluar dari agama islam) wah inimah memalukan pisan hehe. Sudah jelas tercatat orang yang murtad tidak akan memasuki surganya Allah. Agama bukan perkara bahan main-main lho, Allah sangat murka sekali dengan orang yang memainkan urusan agama. Saya dengar ada kabar dari media salah satu artis Indo yang murtad demi (ehm, cinta) kini hidupnya jatuh karena harus menjual semua hartanya demi hutang suaminya, disebut juga ini akibat dan azab dari keputusannya, wallahualam. Contoh kemirisan lainnya, bunuh diri karena (ehm sama) Ga bisa hidup tanpamu? ah out of the topic! Galau, obat hati ada 5 perkaranya kan kata opick, (masa saya harus nyanyi dulu disini). Atau bunuh diri karena hal lainnya, yang sebagaimana sudah digariskan pula atas tidak menerimanya takdir hidup dari Allah dan tidak akan ditempatkan di Surga. Euh gemes, sangat disayangkan andai mereka pernah atau setidaknya mau belajar ilmu. Pasti mereka takut akan Allah. Emang semua manusuia ada ujian dan cobaan kok. Tinggal gimana kitanya aja ngadepinnya, kalo berhasil ya derajat kita akan naik di sisi Allah swt. Kalo engga, ya hanya tersisa penyesalan sepanjang masa.

Masih ada juga contoh yang paling miris dari yang miris, mungkin pernikahan sesama jenis! ups, entah dari budaya mana ini yang kembali lagi melegalkan dan menghalalkan hak-hak manusia kita ini. Jadinya semakin bebas deh orang. Saya bukan LGBT hater tapi saya sebenarnya sangat tidak mendukung perbuatan manusia pada zaman nabi luth ini. Mungkin kalo mereka yang tahu kisah pada zaman nabi tersebut hingga azab-azabnya nggak ada tuh yang berani mau melakukan atau mau merubah jenis kelaminnya. Barangkali bukan gak tahu, gak percaya juga bisa jadi. Culture shock! Kemakan zaman, duh.  Alhamdulillah jangan sampai Indonesia ikut-ikutan melegalkan pernikahan hina ini. Lebih baik diarahkan barangkali mereka hidup dengan latar belakang tertentu. Manusia harus banyak belajar bersyukur atas pemberian Allah swt. Mau jadi generasi apa kalo semua ikut-ikutan lgbt-an. Keturunan rusak dan hancur? (eh emg bisa ngasilin keturunan? ups) Kita nggak larang, alangkah baiknya pindah ke luar saja tinggal bersama orang non-muslim bagi mereka yang tetap berkeras kepala. Nabi ayub yang paling tersabar saja semasa hidupnya diberi ujian selalu dipenuhi binatang, setiap habis wudhu selalu ditempel kembali (masya allah). Banyakin aja belajar dari contoh yang paling simpel dan sudah ada bukti azabnya. Buat kaum yahudi/kafir ini alangkah baiknya mereka baca tentang kisah firaun yang mengakui kalo ia itu tuhan dan apa hasilnya ketika ia dikalahkan oleh nabi musa (mayatnya diabadikan).  Kalo males baca nonton aja deh filmnya. Kalo sekarang yang saya denger malah penguasa atau kaum freemanson yang nganggap dirinya dewa. (dewa kok manusia?) Satu lagi, kisah nabi ibrahim yang ditantang atas kekuasaan Allah swt dengan hanya sebuah patung (-_-). Dan masih banyak lagi kok kisah 25 nabi yang sangat dijadikan inspirasi umat muslim. Kalo saya dulu waktu kecil seneng denger kisah mereka ini. Dan terlebih, ini kisah nyata kita harus percaya, bukan dongeng belaka.

Kembali ke maraknya orang kafir diantara orang beriman, tak sedikit umat kita yang sudah memasuki dan terjebak pada perkembangan zaman yang semakin canggih dari pada zaman nabi kita terdahulu tentunya, dan semakin banyak kenikmatan dunia yang instan. Manusia lebih mengejar urusan dunia ketimbang akhirat, manusia hanya sekedar tau bukan paham soal agama yang mereka anut. Agama tidak diprioritaskan yang paling utama. Mereka hanya berfikir, asal mereka tidak melanggar norma hukum, bekerja dengan baik, tidak merugikan orang sudah dianggap sebagai “manusia baik.” Tetapi wallahualam jika masalah norma agama, banyak sekali ilmu agama islam untuk mengarahkan kita hidup dengan lebih tentram, pikiran selalu tenang, hati selalu bercahaya. Jauh dari segala sifat dan perbuatan yang Allah tidak suka. Andai para manusia tahu bahwa hidup dalam ketentraman, belajar ngaji, saling berlomba dalam kebaikan, tidak pernah berbuat jahat/marah yang berlebihan, menganggap semua muslim adalah bersaudara, dan saling tolong menolong di kehidupan yang sederhana lebih terasa nikmatnya. Terasa akan jauh dari segala azab dan resiko yang manusia perbuat karena ulah mereka sendiri yang tak paham.

Agama islam selalu mengajarkan kita menjadi manusia yang selamat. Di dunia, hingga akhirat. Selamat dari penyakit, selamat dari ajakan setan, selamat dari godaan, kebodohan, hingga selamat dari siksa kubur. Hidup penuh dengan kehangatan, bukan melainkan bersaing dan mengejar keangkuhan martabat dalam urusan dunia. Bolehlah mereka yang menang dalam urusan dunia, tapi jika mereka ilmu agamanya kurang, dan kebanyakan yang memiliki sifat angkuh,  kita bisa bersaing dalam urusan akhirat yang akan kekal! Buat mereka yang merendahkan agama islam dengan poligami, mereka enggak tahu aja kenapa nabi poligami? Ia ingin mempunyai keturunan yang banyak untuk membangun generasi penerusnya, yang menegakkan jihad, dan ajaran beliau dan kehendak Allah swt. Ia juga gak nikahi sembarang istri, istri-istri beliau terkenal sangat mulia dan hormat atas sifat kesabaran, kesederhanaan, kesetiaan, dan kepatuhannya dimana mereka wanita-wanita yang sudah dijanjikan sebagai penghuni surga. Tahu sendiri kan pada masa itu islam dalam masa kejayaan setelah terpuruknya kehidupan oleh bangsa jahiliyah, kemudian dinyatakanlah rasul kita Muhammad benar adalah nabi kita yang paling terakhir. Dan bagi mereka yang merendahkan umat muslim tidak sekaya orang non-muslim, tahu enggak sebenarnya sudah tercatat Allah udah ngabulin semua kehendak mereka di dunia, tapi ia nggak akan menjajikan mereka saat di surga, karena surga itu khusus bagi orang-orang yang beriman saja. Banyak banget perkara yang ga disukai manusia buat bisa masuk ke dalamnya. Itulah ujian orang beriman. Jangan lagi dijadikan lelucon orang munafik, “gue punya orang dalem gak ya?.” (Apaan orang dalem orang dalem, yang bawa kamu ntar cuman amalan ibadah kamu sendiri dan udah semua balasan ditentuin Allah swt. kok) Alhamdulillah beribu ribu tahun berlalu dan saya ikut bangga karena banyaknya kaum muslim semakin bertambah. Sekian aja bahas orang kafirnya, sebagai penutup saya tulis kata-kata pendek dan ringan pada buku yang tengah saya baca oleh Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani dan Ibnu Hajar al-‘Asqalani:

Nabi Dawuda.s pernah bersabda: ” Telah diwahyukan kepadaku dalam zabur, bahwa tugas orang berakal adalah tidak menyibukkan diri kecuali dalam tiga hal:

  1. Menyiapkan bekal untuk kembali (ke negeri kekal)
  2. Mencari nafkah untuk kehidupannya di dunia, dan
  3. Mencari kenikmatan dengan cara yang halal.
  • Orang yang mengenal Allah swt. menepati janji, berhati cerdas, dan beramal suci. Dan barang siapa yang mengenal Allah swt, hatinya tertawan dengan cinta kepadanya, mata hatinya melihat, dan amalnya untuk Allah swt. banyak – (Dzu al-Nun al-Mishri)

 

medina1_(1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s