Kenapa harus jilbab Syar’i?

avatar_bc054b950bfb_512


“katakanlah kepada perempuan yang beriman “hendaklah menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasaannya (auratnya), kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung hingga batas dada” (QS. An – Nur:31)


 

Assalamualaikum wr.wb

Teman, ketahuilah bahwasanya agama Islam adalah sebagai agama yang terakhir turun maka disempurnakanlah seluruh ajarannya, tak terkecuali untuk Hijab. Islam sangat memuliakan wanita. Wanita bagaikan perhiasan dunia. Dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang shaleha. Kenapa? karena perhiasan itu mahal, dan yang mahal itu susah untuk didapatkan. Berbeda tentunya sama yang mudah sekali untuk didapatkan (dipandang/disentuh/dinikmati). Ada wanita yang cantik bagaikan mutiara yang tertutup rapat oleh kerang, ada juga yang terbuka bagaikan buah durian yang terkelupas dari kulit durinya hingga dikerubungi lalat. Alhamdulillah sampai detik ini rasa syukur terus saya curahkan kepada Allah swt yang selalu memberikan saya hidayah agar selalu kembali dan mengingat kepadanya. Tujuan berhijab bagi wanita muslim bukanlah tentang mengikuti tradisi tertentu atau simbol fashion semata. Namun tujuan berhijab adalah murni mengikuti perintah agama. Menggunakan hijab hingga menutupi dada (perhiasan) adalah syariat jilbab dalam Islam.

Mengapa harus syar’i? Karena menggunakan hijab syar’i merupakan salah satu jihad fisabilillah, dan merupakan ibadah syar’i yang wajib serta memiliki pahala yang besar. Apalagi bagi anak muda yang belum menikah. Pengorbanan mereka untuk menjaga diri/pandangan dan mengalahkan nafsu syahwat dengan ketabahan yang luar biasa adalah jihad di jalan Allah swt dan tentu Allah swt akan membalas kesabarannya hingga meridhainya apabila mereka benar-benar taat dan istiqamah. Amin yra. Menggunakan hijab syar’i adalah sebagai jalan untuk keselamatan, sebagai tanda kehormatan seorang wanita, dan kekuatan agama. Dengan memakai jilbab syar’i dapat menjaga seorang muslimah dari berbagai kejahatan dan gangguan, termasuk gangguan jin.

Bagaimana jika banyak yang khawatir akan dijauhi dari pergaulan dan tidak dilirik? Ketahuilah jika wanita itu cerdas, ia tak akan mempermasalahkan semua hal yang membuat ia akan goyah. Karena ia tahu orang yang beriman akan menghormatinya dan pastinya iapun tahu bahwa lelaki yang cerdas pula yang akan memilih pasangan hidup dengan wanita yang benar-benar bisa menjaga dirinya sebaik mungkin. Laki-laki cerdas yang dimaksud disini ia tidak sembarang menggauli wanita-wanita. Ia menilai dan memilih wanita bukan untuk dijadikan permainan atau untuk mengalihkan nafsu semata, tapi lelaki yang cerdas tentu tidak akan menghabiskan masa mudanya untuk membuang waktu hanya untuk hubungan yang belum jelas bersama wanita. Laki-laki yang shaleh dan beriman tentu akan sangat menahan diri dari pandangannya apalagi menyentuhnya. Maka itu disebut jarang sekali mereka yang taat dan beriman akan berpacaran sebelum menikah. Saya tekankan sekali lagi, ujian orang beriman itu beuraaat. Disini saya mencoba membantu kaum adam untuk menahan pandangannya. Mungkin sebagian kaum hawa ada yang tidak paham dan tidak mengerti sebenarnya, atau mungkin tidak peduli bahwa sesungguhnya mata para lelaki itu sungguh-sungguh berbahaya. Saya pernah membaca artikel sebuah curhatan pria, bahwa ia berterus terang hidup di tengah-tengah keramaian kota apalagi di tempat rekreasi seperti tempat nongki, cafe atau Mall tentunya jika berkumpul, membuat ia tertusuk dan tak tertahan kemanapun ia pergi ia harus mengontrol mata dari mulai keluar pintu rumah hingga kembali. Ketika ia berjalan harus dipaksakan untuk melihat tubuh-tubuh wanita yang aduhai. Kasian kan kalo nunduk terus kebawah nanti kejeduk >,<

Laki-laki yang beriman tentu ingin hidupnya tak ingin dibaluti oleh nafsu. Mereka tidak ingin melihat wanita sebagai objek pemuas mata, tetapi sosok yang anggun nan mempesona jikalau dipandang bikin sejuk dimata bukan paras yang membikin mata panas. Membuat iman lepas ditarik oleh pikiran ngeres dan hatipun menjadi keras.

Lain bagi mereka yang sudah sengaja dan terlanjur bangga atas sempurnanya paras wajah atau bentuk tubuh mereka yang secara tidak sadar akan menggoda. Naluri laki-laki itu senang dengan perempuan. Kalo wanitanya mancing, jangan salahkan pria. Tapi kalo wanitanya menjaga, lelaki juga mengerti dan akan menghargai pastinya. Lelaki yang cerdas dan beriman tidak akan mungkin membiarkan pasangan hidupnya membuka aurat yang akan dinikmati pandangannya oleh kaum adam lainnya.

Disini saya sebutkan bahwa, bagi wanita yang memiliki wajah cantik, tubuh yang sempurna adalah karunia dari Allah swt yang harus disyukuri, bukan untuk disalahgunakan. Tetapi ketahui, selain karunia ini adalah ujian. Ujian dari Allah swt bagi kaum wanita bagaimanakah pemberian Allah swt ia gunakan. Apakah akan mengikuti perintahnya atau malah sengaja membukanya untuk mengundang? Sudah digaris bawahkan bagi kaum wanita yang beragama islam memakai jilbab hukumnya wajib. Allah menolong dan menghindari kita dari perbuatan tercela atau fitnah. Jika saya dikarunia wajah yang sangat cantik, mungkin saya akan bercadar. Karena saya bakalan nggak nyaman bila dipandang lama-lama. Disini mohon maaf, banyak sekali wanita yang masih dijuluki sebagai kerdus atau kerudung dusta (mungkin karena sifat atau akhlak yang belum sempurna) atau ada juga istilah jilboobs. Aduh, sangat disayangkan, ini bagi kaum wanita yang udah make jilbab tapi bajunya ada yang masih transparan atau masih ketat hingga mencetak tubuhnya dan itupun tetap terpandang. Hadist mengatakan: “wanita – wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berjalan berlenggak – lenggok guna membuat manusia memandangnya, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aromannya. Padahal aroma surga bisa dicium dari jarak 500 tahun…” ( HR Imam Malik)

Bagi mereka yang sudah  berjilbab tetapi mohon maaf masih banyak yang caper di medsos karena dandanannya yang badai atau foto selfie yang bejibun dengan muka yang munyan manyun atau mata yang ngedip-ngedip itu juga termasuk mengundang. Muka yang bening, bibir yang seksi, alis yang cetar, jangankan tubuh. Tidak ada yang tahu pikiran jahat lelaki tetapi yang sifatnya mengundang syahwat itu dilarang oleh Allah swt. Alangkah indahnya bilamana kita bisa menjadi wanita shaleha berperilaku anggun, sederhana, patuh, berkata lemah lembut dan layakanya bidadari surga, tidak banyak gaya, tidak caper, berkeliaran, apalagi bercanda dan tertawa terbahak-bahak. Laki-laki beriman yang kamu idamkan akan menilai! Saya sering sekali menyimak forum live chat berita terkini lewat streaming online dan selalu saja jika giliran pembawa berita yang wanita muncul selalu berbanjiran komentar pada perhiasannya. Astagfirulloh, apakah ia rela jadi bahan khayalan mereka. Selain itu, jika saya berada di kampus setiap kumpul-kumpul bersama teman baik laki maupun perempuan selalu saja jika iklan lewat (cewek-cewek seksi yang bohai) tiba-tiba kaum adam selalu menjadikan bahan obrolan atau candaan seakan membangkitkan gairah mereka. Naudzubillah.

Mungkin sekarang kalian bisa nilai sendiri perbedaan yang mendasar dan cukup jelas antara kaum hawa ini. Ada juga yang standar tidak memakai jilbab tetapi pakaiannya sopan dan masih beragama islam. Pengalaman saya ketika masa hijrah ini benar-benar harus menghadapi tantangan, karena saya senang bersosialisasi dan Alhamdulillah banyak teman, saya mulai merasa tidak nyaman jika saya diajak main kemudian tengah berada pada tempat yang enggak saya banget, contoh kafe atau tempat nongkrong yang penuh anak muda sambil merokok, minum, atau apapun itu. Saya lebih suka di tempat yang nyaman. Terkadang sekarang saya udah enggak pernah lagi ngabisin waktu diluar, saya lebih suka diam di tempat saya tinggal sambil membaca buku, nonton, atau browsing. Jujur sayapun masih belajar untuk berhijab syar’i apalagi ketika sudah lulus dan sibuk memutuskan untuk mencari kerjaan, sempat kekhawatiran melintas di benak saya dan memang benar ternyata jika saya bekerja layaknya di gedung atau perkantoran pasti akan bertemu dengan banyak orang dan saya mulai tidak nyaman jika harus berjabat tangan dengan yang bukan mahram. Jika saya menolak saya juga ga enak dan serba salah. Belum lagi kadang kalau stress harus berurusan dengan emosi. Paling enak sebenarnya punya bisnis sendiri atau meneruskan yayasan sekolah milik Ibunda saya. Kalau kata adik saya fitsa, saya lebih cocok berkeluarga. Hahaha, apapun jalannya akan saya syukuri asalkan atas ridha orang tua dan Allah swt tentunya.

Disini saya mengajak ananda – ananda sekalian untuk mengikuti jejak-jejak para wanita shaleha, hilangkan rasa ingin pamer rambut, ingin dipuji, dipandang, dikhayali, dipacari, dinikmati, atau apapun itu demi kebaikan kalian sendiri. Maka tutuplah aurat jika kalian masih punya harga diri. Wassalamualaikum wr. wb.


  • Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan maka baginya pahala orang yang mengamalkannya.” (HR. Muslim). “Barang siapa yang menyeru kepada petunjuk, pahalanya seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun juga.” (HR. Muslim).
  • “Dan hendaklah kalian diam di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj seperti orang-orang jahiliyyah yang pertama.” (QS. Al-Ahzab 33).
  • Rasulullah saw bersabda: “Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram.”
  • “Wahai Asma’! Sesungguhnya wanita apabila sudah balig, tidak boleh dilihat darinya kecuali ini dan ini.” Beliau menunjuk ke muka dan telapak tangan (HR Abu Dawud).h

20160318-073150dimana-muslimah-harus-memakai-busana-syari

FullSizeRender (26).jpg

 

 

73843_157633257606960_1753199_n.jpg

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s