Sistem Freemansory dan Sistem Khilafah

Apa Saja Agenda Rahasia Yahudi – Zionisme ?

1. Freemasory & Illuminati (1-12)
Hancurkan musuh-musuhnya lewat:

FINANCE
FOODS
FILMS
FASHION
FANTASY
FAITH
FRICTION
Complicting Ideologis
Industri Senjata / Jadwal Perang
Lembaga Keuangan Internasional
Industri Logistik / Rekonstruksi Pasca Perang
Industri / Pengebaran Candu / Narkoba / Miras / Rokok.

2. Zionisme Internasional (13-21)

Ciptakan / kendalikan The New World Order
Ciptakan Revolusi Nasional & Perang Dunia
Rekayasa Separatisme dan desintegrasi
Ciptakan Revolusi Sex (Freesex, Homosex, Lesbian)
Rusak Keluarga (Domestic Partner, Aborsi)
Buat Aliran – Aliran Sesat
Buat / Kuasai Senjata Biologis / Virus / Senjata Cuaca / Pemusnah Massal
Promosikan Sekularisme sebagai agama baru / masa depan
Promosikan Multi Partai.

3. Trio Imperialisme  (30-38)

Ciptakan Program-Program kemiskinan
Kuasai Aset Ekonominya
Kuasai Kekayaan Alamnya
Kuasai Aset Informasinya
Kuasai Sistem Politik dan Hukumnya
Hancurkan Moral Rakyatnya
Hancurkan Militansi Rakyatnya
Suburkan Deislamisasi (Sekularisme, Liberalisme, & Pluralisme)
Ramaikan Pemurtadan.

4. Skenario Separatisme dan Agressi dari luar  (39-46)

Terpurukkan Ekonomi Nasionalnya
Pertentangan Elit Politiknya
Suburkan Konflik Horizontalnya
Pecah–Belah Militernya
Datangkan “ Pasukan Perdamaian“
Buat Serbuan Paradigmatis
Buat Sel-Sel Perlawanan
Invasi Militer Setelah Diciptakan Status Legal Intervention.

6. Penyebaran Pemikiran Sesat  (47-50)

Karl Marx (Materialisme dan Atheisme)
Sigmund Freud (Instinc Sexual & Libido)
Nietze (Mencari Kepuasan Meski Dengan Kekejian)
Charles Darwin (Manusia dari Monyet, yang Kuat harus mengalahkan yang lemah).

7. Penghancuran Dunia Abad 21  (51-57)

Membom Mekkah (Usul Senator Tancredo)
Hapuskan Indonesia 2025
Hapuskan Pakistan 2025
Hapuskan beberapa Negara Afrika 2025
Perang Dunia ke III (Untuk Membuat Israel Raya)
The New Crusade
Membunuh 3 Miliyar penduduk yang tidak disukai dengan kelaparan & penyakit th 2050 (proyek 2025 diusulkan oleh W. Cohen).

Source: islamidia.com


Bagaimanakah Cara Kapitalisme / Freemansory Menguasai Dunia ?

FullSizeRender (30).jpg

Diambil dari tulisan Ustadz Dwi Condro Triyono, Ph.D (Penulis buku Ekonomi Islam Madzhab Hamfara) Tentang Cara Kapitalisme Menguasai Dunia, divisualisasi oleh @Benefiko dalam postingan berikut, semoga bermanfaat 🙂

CARA KAPITALISME MENGUASAI DUNIA

  • Part 1/9 – Sistem ekonomi kapitalisme telah mengajarkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya akan terwujud jika semua pelaku ekonomi terfokus pada akumulasi kapital (modal)
    Mereka lalu menciptakan sebuah mesin “penyedot uang” yang dikenal dengan lembaga perbankan. Oleh lembaga ini, sisa-sisa uang di sektor rumah tangga yang tidak digunakan untuk konsumsi akan “disedot”

    Lalu siapakah yang akan memanfaatkan uang di bank tersebut? Tentu mereka yang mampu memenuhi ketentuan pinjaman (kredit) dari bank, yaitu: fix return dan agunan. Konsekuensinya, hanya pengusaha besar dan sehat sajalah yang akan mampu memenuhi ketentuan ini. Siapakah mereka itu? Mereka itu tidak lain adalah kaum kapitalis, yang sudah mempunyai perusahaan yang besar, untuk menjadi lebih besar lagi

    Nah, apakah adanya lembaga perbankan ini sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan cara apa?
    Yaitu dengan pasar modal. Dengan pasar ini, para pengusaha cukup mencetak kertas-kertas saham untuk dijual kepada masyarakat dengan iming-iming akan diberi deviden.

    Siapakah yang memanfaatkan keberadaan pasar modal ini? Dengan persyaratan untuk menjadi emiten dan penilaian investor yang sangat ketat, lagi-lagi hanya perusahaan besar dan sehat saja yang akan dapat menjual sahamnya di pasar modal ini. Siapa mereka itu? Kaum kapitalis juga, yang sudah mempunyai perusahaan besar, untuk menjadi lebih besar lagi. Adanya tambahan pasar modal ini, apakah sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan cara apa lagi?

  • Part 2/9 – Cara selanjutnya yaitu dengan “memakan perusahaan kecil”. Bagaimana caranya? Menurut teori Karl Marx, dalam pasar persaingan bebas, ada hukum akumulasi kapital (the law of capital accumulations), yaitu perusahaan besar akan “memakan” perusahaan kecil. Contohnya, jika di suatu wilayah banyak terdapat toko kelontong yang kecil, maka cukup dibangun sebuah mal yang besar. Dengan itu toko-toko itu akan tutup dengan sendirinyaDengan apa perusahaan besar melakukan ekspansinya? Tentu dengan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal. Agar perusahaan kapitalis dapat lebih besar lagi, mereka harus mampu memenangkan persaingan pasar. Persaingan pasar hanya dapat dimenangkan oleh mereka yang dapat menjual produk-produknya dengan harga yang paling murah. Bagaimana caranya?Caranya adalah dengan mengusai sumber-sumber bahan baku seperti: pertambangan, bahan mineral, kehutanan, minyak bumi, gas, batubara, air, dsb. Lantas, dengan cara apa perusahaan besar dapat menguasai bahan baku tersebut? Lagi-lagi, tentu saja dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal

    Jika perusahaan kapitalis ingin lebih besar lagi, maka cara berikutnya adalah dengan “mencaplok” perusahaan milik negara (BUMN). Kita sudah memahami bahwa perusahaan negara umumnya menguasai sektor-sektor publik yang sangat strategis, seperti: sektor telekomunikasi, transportasi, pelabuhan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertambangan, kehutanan, energi, dsb. Bisnis di sektor yang strategis tentu merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, karena hampir tidak mungkin rugi. Lantas bagaimana caranya?

  • Part 3/9 – Caranya adalah dengan mendorong munculnya Undang-Undang Privatisasi BUMN. Dengan adanya jaminan dari UU ini, perusahaan kapitalis dapat dengan leluasa “mencaplok” satu per satu BUMN tersebut. Tentu tetap dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modalJika dengan cara ini kaum kapitalis sudah mulai bersinggungan dengan UU, maka sepak terjangnya tentu akan mulai banyak menemukan hambatan. Bagaimana cara mengatasinya?Caranya ternyata sangat mudah, yaitu dengan masuk ke sektor kekuasaan itu sendiri. Kaum kapitalis harus menjadi penguasa, sekaligus tetap sebagai pengusaha.
    Untuk menjadi penguasa tentu membutuhkan modal yang besar, sebab biaya kampanye itu tidak murah. Bagi kaum kapitalis hal itu tentu tidak menjadi masalah, sebab permodalannya tetap akan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal

    Jika kaum kapitalis sudah melewati cara-cara ini, maka hegemoni (pengaruh) ekonomi di tingkat nasional hampir sepenuhnya terwujud. Hampir tidak ada problem yang berarti untuk dapat mengalahkan kekuatan hegemoni ini. Namun, apakah masalah dari kaum kapitalis sudah selesai sampai di sini?
    Tentu saja belum. Ternyata hegemoni ekonomi di tingkat nasional saja belumlah cukup. Mereka justru akan menghadapi problem baru. Apa problemnya?

  • Part 4/9 – Problemnya adalah terjadinya ekses produksi. Bagi perusahaan besar, yang produksinya terus membesar, jika produknya hanya dipasarkan di dalam negeri saja, tentu semakin lama akan semakin kehabisan konsumen. Lantas, kemana mereka harus memasarkan kelebihan produksinya? Dari sinilah akan muncul cara-cara berikutnya, yaitu dengan melakukan hegemoni di tingkat dunia.Caranya adalah dengan membuka pasar di negara-negara miskin dan berkembang yang padat penduduknya. Teknisnya adalah dengan menciptakan organisasi perdagangan dunia (WTO), yang mau tunduk pada ketentuan perjanjian perdagangan bebas dunia (GATT), sehingga semua negara anggotanya akan mau membuka pasarnya tanpa halangan tarif bea masuk, maupun ketentuan kuota impornya (bebas proteksi)Dengan adanya WTO dan GATT tersebut, kaum kapitalis dunia akan dengan leluasa dapat memasarkan kelebihan produknya di negara-negara “jajahan”-nya.
    Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaga andalannya, yaitu perbankan dan pasar modal

    Jika kapitalis dunia ingin lebih besar lagi, maka caranya tidak hanya cukup dengan mengekspor kelebihan produksinya. Mereka harus membuka perusahaannya di negara-negara yang menjadi obyek ekspornya. Yaitu dengan membuka Multi National Coorporations (MNC) atau perusahaan lintas negara, di negara-negara sasarannya. Dengan membuka langsung perusahaan di negara tempat pemasarannya, mereka akan mampu menjual produknya dengan harga yang jauh lebih murah. Strategi ini juga sekaligus dapat menangkal kemungkinan munculnya industri-industri lokal yang berpotensi menjadi pesaingnya.

    Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal. Apakah dengan membuka MNC sudah cukup? Jawabnya tentu saja belum. Masih ada peluang untuk menjadi semakin besar lagi. Caranya?

  • Part 5/9 – Yaitu dengan menguasai sumber-sumber bahan baku yang ada di negara tersebut. Untuk melancarkan jalannya ini, kapitalis dunia harus mampu mendikte lahirnya berbagai UU yang mampu menjamin agar perusahaan asing dapat menguasai sepenuhnya sumber bahan baku tersebut.Contoh yang terjadi di Indonesia adalah lahirnya UU Penanaman Modal Asing (PMA), yang memberikan jaminan bagi perusahaan asing untuk menguasai lahan di Indonesia sampai 95 tahun lamanya (itu pun masih bisa diperpanjang lagi). Contoh UU lain, yang akan menjamin kebebasan bagi perusahaan asing untuk mengeruk kekayaan SDA Indonesia adalah: UU Minerba, UU Migas, UU Sumber Daya Air, dsb.Menguasai SDA saja tentu belum cukup bagi kapitalis dunia. Mereka ingin lebih dari itu. Dengan cara apa? Yaitu dengan menjadikan harga bahan baku lokal menjadi semakin murah. Teknisnya adalah dengan menjatuhkan nilai kurs mata uang lokalnya.Untuk mewujudkan keinginannya ini, prasyarat yang dibutuhkan adalah pemberlakuan sistem kurs mengambang bebas bagi mata uang lokal tersebut. Jika nilai kurs mata uang lokal tidak boleh ditetapkan oleh pemerintah, lantas lembaga apa yang akan berperan dalam penentuan nilai kurs tersebut?

    Jawabannya adalah dengan Pasar Valuta Asing (valas). Jika negara tersebut sudah membuka Pasar Valasnya, maka kapitalis dunia akan lebih leluasa untuk “mempermainkan” nilai kurs mata uang lokal, sesuai dengan kehendaknya. Jika nilai kurs mata uang lokal sudah jatuh, maka harga bahan-bahan baku lokal dijamin akan menjadi murah, kalau dibeli dengan mata uang mereka. Jika ingin lebih besar lagi, ternyata masih ada cara selanjutnya.

  • Part 6/9 – Cara selanjutnya adalah dengan menjadikan upah tenaga kerja lokal bisa menjadi semakin murah. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melakukan proses liberalisasi pendidikan di negara tersebut. Teknisnya adalah dengan melakukan intervesi terhadap UU Pendidikan Nasionalnya.Jika penyelenggaraan pendidikan sudah diliberalisasi, berarti pemerintah sudah tidak bertanggung jawab untuk memberikan subsidi bagi pendidikannya. Hal ini tentu akan menyebabkan biaya pendidikan akan semakin mahal, khususnya untuk pendidikan di perguruan tinggi. Akibatnya, banyak pemuda yang tidak mampu melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Keadaan ini akan dimanfaatkan dengan mendorong dibukanya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak-banyaknya. Dengan sekolah ini tentu diharapkan akan banyak melahirkan anak didik yang sangat terampil, penurut, sekaligus mau digaji rendah. Hal ini tentu lebih menguntungkan, jika dibanding dengan mempekerjakan sarjana. Sarjana biasanya tidak terampil, terlalu banyak bicara dan maunya digaji tinggi.Sebagaimana telah diuraikan di atas, cara-cara hegemoni kapitalis dunia di negara lain ternyata banyak mengunakan intervesi UU. Hal ini tentu tidak mudah dilakukan, kecuali harus dilengkapi dengan cara yang lain lagi. Nah, cara inilah yang akan menjamin proses intervensi UU akan dapat berjalan dengan mulus. Bagaimana caranya?
  • Part 7/9 – Caranya adalah dengan menempatkan penguasa boneka. Penguasa yang terpilih di negara tersebut harus mau tunduk dan patuh terhadap keinginan dari kaum kapitalis dunia. Bagaimana strateginya?Strateginya adalah dengan memberikan berbagai sarana bagi mereka yang mau menjadi boneka. Sarana tersebut, mulai dari bantuan dana kampanye, publikasi media, manipulasi lembaga survey, hingga intervesi pada sistem perhitungan suara pada Komisi Pemilihan Umumnya.Nah, apakah ini sudah cukup? Tentu saja belum cukup. Mereka tetap saja akan menghadapi problem yang baru. Apa problemnya? Jika hegemoni kaum kapitalis terhadap negara-negara tertentu sudah sukses, maka akan memunculkan problem baru. Problemnya adalah “mati”-nya negara jajahan tersebut. Bagi sebuah negara yang telah sukses dihegemoni, maka rakyat di negara tersebut akan semakin miskin dan melarat. Keadaan ini tentu akan menjadi ancaman bagi kaum kapitalis itu sendiri. Mengapa?

    Jika penduduk suatu negeri itu jatuh miskin, maka hal itu akan menjadi problem pemasaran bagi produk-produk mereka. Siapa yang harus membeli produk mereka jika rakyatnya miskin semua? Di sinilah diperlukan cara berikutnya

  • Part 8/9 – Agar rakyat negara miskin tetap memiliki daya beli, maka kaum kapitalis dunia perlu mengembangkan Non Government Organizations (NGO) atau LSM. Tujuan pendirian NGO ini adalah untuk melakukan pengembangan masyarakat (community development), yaitu pemberian pendampingan pada masyarakat agar bisa mengembangkan industri-industri level rumahan (home industry),seperti kerajinan tradisionil maupun industri kreatif lainnya. Masyarakat harus tetap berproduksi (walaupun skala kecil), agar tetap memiliki penghasilan.Agar operasi NGO ini tetap eksis di tengah masyarakat, maka diperlukan dukungan dana yang tidak sedikit. Kaum kapitalis dunia akan senantiasa men-support sepenuhnya kegiatan NGO ini. Jika proses pendampingan masyarakat ini berhasil, maka kaum kapitalis dunia akan memiliki tiga keuntungan sekaligus, yaitu: masyarakat akan tetap memiliki daya beli, akan memutus peran pemerintah dan yang terpenting adalah, negara jajahannya tidak akan menjadi negara industri besar untuk selamanya.Sampai di titik ini kapitalisme dunia tentu akan mencapai tingkat kejayaan yang nyaris “sempurna”. Apakah kaum kapitalis sudah tidak memiliki hambatan lagi? Jawabnya ternyata masih ada. Apa itu? Ancaman krisis ekonomi. Sejarah panjang telah membuktikan bahwa ekonomi kapitalisme ternyata menjadi pelanggan yang setia terhadap terjadinya krisis ini. Namun demikian, bukan berarti mereka tidak memiliki solusi untuk mengatasinya. Mereka masih memiliki jurus pamungkasnya. Apa itu?
  • Part 9/9 – Ternyata sangat sederhana. Kaum kapitalis cukup “memaksa” pemerintah untuk memberikan talangan (bailout) atau stimulus ekonomi. Dananya berasal dari mana? Tentu akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).Sebagaimana kita pahami bahwa sumber pendapatan negara adalah berasal dari pajak rakyat. Dengan demikian, jika terjadi krisis ekonomi, siapa yang harus menanggung bebannya. Jawabnya adalah: rakyat, melalui pembayaran pajak yang akan terus dinaikkan besarannya, maupun jenis-jenisnya.Bagaimana hasil akhir dari semua ini? Kaum kapitalis akan tetap jaya dan rakyat selamanya akan tetap menderita. Dimanapun negaranya, nasib rakyat akan tetap sama. Itulah produk dari hegemoni kapitalisme dunia.

KESIMPULAN

Mari buka mata, dan lihat bagaimana kondisi negeri ini tengah sejalan dengan analisa yang dipaparkan

Sebagian besar kita masih banyak yang belum melek fakta bahwa sistem Kapitalisme adalah ancaman nyata yang sesungguhnya, dan kita tengah hidup di dalamnya.

Bukan Islam, bukan Syariah, bukan Khilafah yang menjadi ancaman untuk negeri ini.

Karena jika kita bertanya apa solusi atas cengkraman Kapitalisme Global saat ini, bukan kembali kepada Sosialis-Komunisme yang sama rusaknya, namun solusinya hanya tegaknya Khilafah ala Manhaj Kenabian yang menerapkan sistem Islam secara sempurna.

Karena itulah, hari ini kita dibelokkan agar memandang buruk sesuatu yang secara nyata dan secara keimanan akan menyelamatkan kita dari cengkraman Kapitalisme ini. Tentu saja para Kapitalis yang tengah mengontrol dunia saat ini sangat tidak senang jika kita, terutama umat muslim menyadari bahwa solusi itu ada di tangan mereka, ada pada Islam.

Tak heran mereka sungguh-sungguh berupaya menutupi ketinggian Islam yang sebenarnya. Mereka berupaya agar tak tercipta kesadaran penuh terhadap Islam dalam diri umat muslim hari ini. Sebab mereka percaya dan meyakini benar, kebangkitan Islam akan menjadi keruntuhan hagemoni mereka.

Jangan sampai kita justru menyangsikan kebangkitan Khilafah Islam, berarti kita kalah “yakin” dari para kapitalis itu.

[ @benefiko  ]


BAGAIMANA SOULUSINYA ?

IMG_5637.JPEG

Struktur Khilafah / Negara Islam 

Di masa Rasulullah saw, beliau mempraktikan dengan nyata, bagaimana Islam diterapkan dalam kehidupan sosial. Termasuk dalam bernegara

Rasulullah misalnya mengangkat Abu Bakar dan Umar bin Khaththab sebagai pembantunya, mengangkat wali-wali untuk mengurusi urusan di berbagai daerah, juga mengirimkan surat-surat dan utusan pada negara-negara tetangga

Ini membuktikan dengan sangat jelas bahwa Rasulullah saw bertindak sebagai kepala negara, yang menerapkan hukum-hukum Allah ketengah-tengah ummat, dan menjadikan dirinya pemutus terhadap semua perkara

Maka inilah kemerdekaan hakiki, bebas dari menghamba dan menaati manusia, menuju ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya. Bila ini sudah terwujud, maka itulah maksud daripada #IslamRahmatanLilAlamin

Yaitu Islam yang memberikan kebaikan bagi semua yang ada di alam semesta, berkah dari apa yang diberikan pada Nabi kita Muhammad, berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah

14068301_740115946128297_140304446530386295_n

Sistem Peradilan Islam

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (QS An-Nisaa [4]: 65)

Dan banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang memerintahkan kita terikat dengan hukum Allah, dan kembali pada hukum Allah dalam setiap keputusan kita. Begitulah semangat dalam peradilan Islam

Kehidupan ditegakkan dengan keadilan. Maka Islam menjamin agar keadilan ini bisa dirasakan oleh semua manusia, Muslim ataupun Kafir, kesemuanya berhak atas keadilan Islam

Maka sistem peradilan Islam satu paket dengan sistem pembuktian Islam, dimana pelaku harus terbukti bersalah sebelum mendapatkan hukuman, dengan alur yang sudah tersistematis

Islam juga meminimalisir kecurangan-kecurangan yang biasa terjadi dalam sistem peradian dengan menjadikan pelanggaran ditindak semudah mungkin, juga dengan hukum yang diketahui semua ummat, hingga tidak ditafsirkan secara sepihak atau dimonopoli pihak tertentu

Di masa Rasulullah, beliau bertindak sebagai hakim kepala, dan membawahi hakim-hakim lain yang memutuskan perkara menurut Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, sesuai Islam

Dan tidak hanya itu, sistem sanksi dalam Islam juga menyebabkan 2 kebaikan lain, yaitu ampunan Allah bagi pelakunya, dan juga pencegahan bagi yang lainnya untuk berbuat yang sama

Begitulah #IslamRahmatanLilAlamin dapat dicapai, yaitu dengan menerapkan apa yang Allah turunkan kepada manusia, yakni Islam

14079703_740644906075401_2265435580284039235_n

Sistem Pendidikan Islam

Dalam Islam pendidikan bukan hanya transfer of knowledge, tapi yang terpenting adalah transfer of character

Sebab transfer pengetahuan lebih mudah dilakukan, semuanya bisa melakukan, bahkan Google pun bisa menggantikan manusia dalam transfer ilmu. Tapi tidak dengan transfer karakter, yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang salih/salihah, dengan dasar yang tepat yaitu aqidah Islam

Basis pendidikan Islam tentu aqidah Islam, dengan itu seseorang memiliki landasan dalam berpikir dan beramal, dalam menilai sesuatu dia memiliki sudut pandang yang khas, pun begitu saat memenuhi keperluan jasmani dan nalurinya

Setelah memiliki aqidah yang benar, cara pandang yang benar, ideologi yang benar tentang kehidupan ini. Barulah pendidikan bisa ke tahapan selanjutnya

Barulah manusia itu diajarkan tentang kewajiban-kewajiban dirinya sebagai seorang Muslim, baik fardhu ‘ain ataupun fardhu kifayah, karena tidak lain dan tidak bukan hidup ini hanya untuk menyembah Allah

Diapun akan diajarkan tentang pengetahuan yang lahir dari aqidah Islam, yaitu tsaqadah Islam. Bagaimana sejarah, budaya, dan pemikiran-pemikiran Islam dalam level yang lebih praktis

Ketika seseorang paham hidupnya hanya untuk beribadah pada Allah, maka dia tidak lagi membedakan antara dunia dan akhirat. Maka pencapaian di dunia adalah bagian kesuksesan di akhirat, disitu kaum Muslim menguasai sains dan teknologi, karena dorongan keimanan, bukan dorongan lain

Begini sistem pendidikan dalam Islam, yang sudah sukses melahirkan semua ahli dalam segala bidang ilmu sepeninggal Rasulullah saw

Dan yang terpenting, sistem pendidikan Islam ini barulah mewujud bila diterapkan dalam Khilafah, karena kita mengetahui bahwa satu sistem akan ditunjang oleh sistem yang lainnya sebagai satu kesatuan

Begitu fakta ketika Islam diterapkan secara kaaffah, generasi-generasi muda akan lebih kuat dari pendahulunya, dan yang terpenting, mereka membangun tsaqafah dan sains serta teknologi dari basis aqidah, hingga tercipta Muslim dengan kepribadian Islam yang paripurna

#IslamRahmatanLilAlamin bagi manusia, bila Islam diterapkan secara sempurna, sebagaimana Nabi Muhammad saw dan Khulafaurrasyiddin mencontohkannya kepada kita semua

14080045_740654612741097_4106133457910483998_n.jpg


Sistem Ekonomi Islam

Sudah diketahui umum, bahwa dalam satu ideologi, sistem ekonomi akan lebih menonjol ketimbang sistem yang lainnya. Misalnya sistem ekonomi kapitalisme lebih dikenal daripada ideologi sekularisme, dan sistem ekonomi komunisme lebih dikenal daripada ideologi sosialisme

Kedua sistem ekonomi itu, kapitalisme dan komunisme, telah terbukti menyengsarakan orang banyak. Komunisme sudah banyak ditinggalkan, terutama pasca runtuhnya Uni Soviet. Dan sekarang kapitalisme pun sukses akibatkan kesenjangan yang sangat besar hingga konflik fisik penjajahan

Berbeda dengan kapitalisme yang membolehkan siapapun memiliki apapun, dan juga berbeda dengan sosialisme yang menyatakan semua dikuasai oleh negara, sistem ekonomi Islam membatasi kepemilikan sesuai dengan perintah Allah Swt

Islam membolehkan individu memiliki sejauh yang Allah izinkan, dan menahannya dari memiliki segala yang berkaitan dengan kepentingan umum seperti sungai, hutan, jalan dan barang tambang, dan menjadikannya kepemilikan umum. Ada pula kepemilikan negara, yang tidak boleh dimiliki oleh individu dan umum

Pendek kata, Islam memberikan keadilan bagi semuanya, dan menjadikan aqidah sebagai dasar seseorang melakukan kegiatan ekonomi. Islam mengatur, siapa boleh memiliki apa, bagaimana cara memilikinya, bagaimana mendistribusikannya, dan bagaimana mengeluarkannya

Sistem ekonomi ini yang terbukti berjaya selama 13 abad, bukan menghasilkan kemewahan ala kapitalis, tapi kesejahteraan yang sesungguhnya, kesejahteraan untuk menopang ibadah

Mana yang kita pilih dan rindukan? Sistem kapitalis dan komunis yang sudah terbukti menyengsarakan, ataukah sistem ekonomi Islam yang berasal dari Allah, yang sudah pasti akan memberikan

13907138_740990769374148_4139973428215379058_n.jpg

Sistem Politik Dalam Negeri

Dalam Islam, definisi politik tidaklah sama sebagaimana yang diartikan oleh Machiaveli, yang menghalalkan semua cara untuk mencapai tujuannya, terkesan kejam dan kotor, culas dan merugikan

Dalam Islam, politik itu artinya siyasah, yang diambil dari kata sasa-yasusu yang artinya ri’ayah (mengurus urusan). Dan mengurus urusan ummat ini adalah bagian tuags para Nabi, sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad

Dulu Bani Israel diurus oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi meninggal, ia digantikan oleh nabi yang lain. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudah aku. Yang akan ada adalah para khalifah dan mereka banyak.” Para Sahabat bertanya, “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi bersabda, “Penuhilah baiat yang pertama. Yang pertama saja. Berikanlah kepada mereka hak mereka. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa yang diminta agar mereka mengurusnya – HR Muslim

Maka tugas dari penguasa Islam di dalam megerinya adalah menerapkan hukum Allah secara total dalam setiap aspek kehidupan, hingga tercipta kebaikan sebagaimana yang dijanjikan Allah di dalam Al-Qur’an

Karena tugas utama dari penguasa adalah menerapkan hukum Allah ketengah-tengah ummat, sebab dalam Islam, tidak ada perbedaan ketaatan antara ibadah ritual dengan ibadah muamalah, semua sama-sama ketaatan

Benarlah #IslamRahmatanLilAlamin, saat diterapkan hukum-hukumnya ditengah ummat, bagaimana tidak, hukumnya saja berasal dari Allah Dzat yang Mahatahu tentang manusia, Mahaadil akan setiap keputusan

14068093_741532565986635_7793200907625774204_n.jpg


Sistem Politik Luar Negeri

Politik luar negeri negara Khilafah bisa diartikan mudahnya, adalah politik dalam negeri yang diberlakukan pada negara-negara lain. Dan dalam Islam, politik luar negeri negaranya adalah mengemban Islam sebagai ideologi ke seluruh alam

Metode mengemban Islam ke seluruh alam ini pun sudah dibakukan semenjak zaman Rasulullah saw, yaitu dengan dakwah dan jihad. Rasululah pernah mengirim surat kepada Kaisar Romawi dan Kisra Persia untuk mengajak mereka masuk Islam berjamaah

Rasulullah juga pernah memerintahkan untuk berjihad di Mu’tah dan Tabuk dengan pasukan Romawi yang menghalangi dakwah secara fisik. Begitupun juga yang dilakukan oleh Khulafaur Rasyidin. Dakwah dan Jihad

Dalam Islam, negeri kaum Muslimin tidak dikotak-kotakkan berdasarkan nasionalisme, tapi dianggap satu wilayah dan satu kepemimpinan sebagaimana yang Rasulullah contohkan, juga Khalifah setelahnya

Dan sebagai kepala negara, Khalifah juga berhak untuk menentukan status hubungan antara Khilafah dengan negeri-negeri lainnya. Dan interaksi dengan negara tersebut akan bergantung pada statusnya.

Hanya #IslamRahmatanLilAlamin yang memiliki kemampuan untuk mengatur manusia sevara total, sebab dia berdasar dari pencipta manusia, Allah Swt

14063951_742078169265408_2526702427467826666_n.jpg


Sistem Pergaulan Islam

Islam mengatur sistem pergaulan dengan mengatur esensi daripada pergaulan itu sendiri, yaitu interaksi antara lelaki dan wanita, dan apapun yang muncul akibat interaksi tersebut

Islam menggariskan pada dasarnya kehidupan lelaki dan wanita adalah terpisah satusamalain, sehingga lelaki dan wanita beraktivitas pada kehidupannya masing-masing tanpa bercampur baur

Walau memang, interaksi antara lelaki dan wanita tidak akan dapat dihilangkan sama sekali, karenanya syariat mengatur, dalam hal apa saja lelaki boleh berkumpul dan berinteraksi dengan wanita, dan bagaimana caranya

Syariat membolehkan interaksi lelaki wanita bila memang interaksi itu diharuskan, sebagaimana dalam perkara dagang, peradilan, kesehatan, atau pendidikan.

Namun syariat juga melarang lelaki dan wanita berinteraksi dalam perkara lain yang terdapat ikhtilath, seperti makan bersama, nonton bersama, pergi safar bersama-sama, sebagaimana yang kita saksikan pada masa ini

Saat ikhtilath itu diharamkan dalam syariat, maka akan tercipta ketenangan dalam masyarakat, dan jauh dari gejolak nafsu dan kasus-kasus dimana wanita dilecehkan secara seksual

Beginilah #IslamRahmatanLilAlamin yang seimbang, tidak mengekang lelaki dan wanita di satu sisi, juga tidak membiarkannya bebas sebebas-bebasnya. Tapi menaruh keduanya dalam timbangan yang pas

14046075_742158395924052_7304924236300186734_n.jpg

Sistem Pergaulan Islam;

Sistem Yang Memuliakan Wanita

Islam adalah sebuah sistem sempurna dan paripurna, yang datang dari Sang Pencipta yang tunggal, Allah Swt, yang diturunkan bagi manusia untuk menyelesaikan setiap permasalahan dirinya

Bagi wanita khususnya, Islam datang untuk memuliakan mereka, dan menaruh wanita pada posisi fitrahnya. Tidak mengekang wanita di satu sisi sebagaimana masa lalu, juga tidak membebaskannya tanpa batas seperti peradaban yang dibangun barat

Tapi Islam datang untuk membebaskan wanita dari belenggu duniawi, membebaskan wanita dari penyembahan terhadap sesama manusia, perendahan dan pelecehan sesama manusia, Menuju penyembahan sejati pada Allah, yakni ketaatan

Misalnya, Islam melarang khalwat (berdua-duaan) antara lelaki dan wanita hingga wanita terjaga senantiasa kehormatan dirinya, mendorongnya untuk mendidik dirinya sebagai persiapan mendidik generasi lanjut, dan menjaga kemuliaannya dengan menutup aurat

Islam juga memberikan ruang yang sangat besar dalam koridor syariat bagi wanita untuk mengekspresikan dirinya. Bahu-membahu bersama lelaki dalam menaati Allah dan Rasul-Nya

Tidak seperti dalam sistem kapitalis dimana wanita justru dieksploitasi dan dikeluarkan dari fitrahnya, yang akhirnya berdampak pada munculnya banyak masalah sosial. Islam justru menyelesaikan semuanya

Inilah salah satu tanda bahwa#IslamRahmatanLilAlamin, yaitu bahwa manusia benar-benar dimanusiakan, khsususnya wanita benar-benar diangkat dan mendapatkan posisi mulia dalam timbangan syariat

14117711_742631345876757_5720945527516374538_n.jpg


Tahapan Dakwah Rasulullah

Rasulullah adalah sebaik-baik manusia dan sesempurna contoh, terutama dalam dakwah, maka bagi Muslin wajiblah dirinya terikat hanya dengan metode yang digariskan Rasulullah saw

Dalam berdakwah, Rasulullah memperkenalkan tahapan-tahapan dakwah kepada kita, diantaranya

1. Fase pembinaan dan pembentukan kelompok sahabat
2. Fase beraktivitas ditengah ummat dan mensyiarkan Islam
3. Fase penerapan hukum Islam secara kaaffah dalam kekuasaan

Maka siapapun yang mengkaji Islam akan menemukan bahwa Rasulullah saw membentuk kelompok dakwah dan membina mereka

14051809_745696295570262_1821751466421516846_n.jpg

Sebab itulah dakwah haruslah berjamaah, sebab itu sunnah. Rasulullah juga menata pemikiran sahabat dengan pemikiran Islam, sebelum memerintahkan mereka mendakwahkan Islam di tengah ummat

Rasul berdakwah secara sistematis dan menyeluruh, agar Islam bisa diterapkan di seluruh aspek kehidupan

Dari sinilah akan datang kebangkitan Islam dan keberkahan, dengan metode dakwah Rasulullah

[ @alfatihstudios ]


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s