Keutamaan dan Keuntungan mengikuti Ahlussunnah

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Diambil dari rangkuman kajian akhwat yayasan Al-Jannah Jakarta Selatan

oleh ustadz Abdul Hakim bin Abdat

 

“Dan Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” QS. At-Taubah : 100

  • Mendapatkan ridhanya Allah swt.
  • Allah siapkan baginya surga, dan kekal selama-lamanya.
  • Keberuntungan / Kemenangan yang besar dan agung.

1. Bahwa isi atau pesan yang asas dan mendasar dari pesan ishlah adalah Tauhidah, dan perbaikan Aqidah. Dan ini merupakan cara dakwah para nabi dan rasul.

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[826] itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya[826]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” QS. An-Nahl : 36

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. QS. Yusuf : 108

Adapaun cara berdakwahnya dengan:

  • Bersaksi / Bersyahadat.
  • Berdasarkan dengan ilmu (Basira’)
  • Tidak dengan teriak2, melawan, atau mengata-ngatai
  • Berpesan jika tetap syirik, maka sebanyak amal apapun akan tidak diterima (Jika mengkufuri Tauhid).
  • Tidak dengan masih percaya tahayul (minta2 di kuburan, percaya dukun, kanjeng, atau semacem nyi roro kidul).

Lalu apa keuntungannya? Janji, Allah akan mendatangkan kemenangan di muka bumi dan akan dirubah ketakutan dengan syarat: hanya beribadah kepada Allah (mengtauhidkan) tidak syirik, kemudian berdasarkan syari’at islam yang sesuai. Disini masih sangat luas sekali ya, sesuai.. yang berarti shalat harus benar, wudhu harus bener, membedakan batal atau tidak, halal dan yang haram, zakat, haji, dan ibadah-ibadah lainnya. Jadi kudu dibenerin dulu gitu.

2. Perbaikan itu dimulai dari individu masing-masing. Tidak mulu harus menunggu, baik dari masyarakat, maupun dari penguasa.

Manhaj Salaf, yaitu dengan tidak dengan berteriak atau menuntut penguasa tetapi syariatnya sendiri belom bener, misal dalam shalat saja masih belum bener. Jadi pernah ada sebuah contoh di Al-Jazair, dimana partai islam pernah menang, tapi kebanyakan tuh masyarakatnya belom pada ngerti dan paham, jadi aja kemudian ga bertahan lama lalu dikendalai lagi oleh yang lain atau spt semula. Jadi, kudu didakwahi dengan penuh kesabaran dan ketabahan tentunya. Mengubah pemikiran dari yang buruk ke yang baik. Lalu, perbanyak belajar fiqih, tauhid, aqidah, cara beribadah yang baik, benar, dan sah. serta mengkaji dan membaca Al-Qur’an dan memahami terjemahannya. Adapun dengan bersedekah, tetapi tidak dengan asal-asalan. Dimulai dari mencukupi diri sendiri, kemudian istri, anak-anak, saudaramu, hingga pembantu-pembantumu. Karena modal kebaikan sebuah keluarga adalah pencapaian kemakmuran suatu desa. Dan hasil kebaikan maupun keberkahan desa adalah modal untuk perbaikan negara. Allahumma Aamiin. Karena tidak akan ada rusak di suatu daerah atau kaum jika masih menjunjung ilmu itu. Yuk perbaiki diri kemudian ke orang terdekat kita. Jangan kejauhan ngurusin mati-matian untuk jihad kalo disekeliling kamu masih berantakan hehe. Karena bagi pria mengurus orang tua yang sudah tua sama dengan jihad. Bagi wanita, menaati perintah suamipun juga jihad. kalo jihadnya jomblo? Belajar perbaikin akhlak, sebari menuntut ilmu, baik itu bekal pengantin, dan manahan hawa nafsu hehe.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” QS. Ar-Ra’d : 11

3. Sebelum berdakwah atau beramal juga harus memiliki ilmu. Karena dalam menuntut ilmu memiliki pahala yang sangat besar sekali.

Rasulullah bersabda ; “Mencari Ilmu adalah kewajiban dari setiap muslim.” – Anas bin Malik. dan “barangsiapa yang Allah hendaki kebaikan, maka ia berikan paham mengenai agamanya.” – HR. Bukhari Muslim.

Ciri-ciri orang yang baik dimata Allah dan Rasul:

  • Orang itu mau belajar, walaupun capek atau susah.
  • Menunjukkan ke-Istiqamahannya di jalan Allah ‎سبحانه وتعالى 
  • Mendapatkan pahala yang besar ; 1 bab ilmu yang dipelajari, lebih baik dari dunia beserta isinya.
  • Amalan yang besar dan paling dicintai Allah ‎سبحانه وتعالى 
  • Dan siapa aja yang menuntut ilmu, (gapandang usia atau apapun itu) juga akan dicintai Allah ‎سبحانه وتعالى 
  • Harus mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah.

Jihad yang paling baik yaitu dengan menyampaikan terlebih dahulu yang Haq kepada para penguasa, bukan yang batil. Dan tidak ada bedanya cara penyampaian kepada penguasa dengan individu. Tidak menyakiti hati di hadapan orang lain, harus disisi (Inda’). Dan jangan pernah berkata kasar. Karena keimanan seseorang cukup dilihat dari lisannya. Hati-hati dengan suatu kebodohan, karena bisa menyesatkan atau merusak individu atau umat, bahkan bisa menghancurkan dan membunuhkan. Dan emang kalo engga ada orang yang berilmu, bisa mengakibatkan musibah. Ada yang gabisa bedain mana ulama atau bukan, yang bodoh jadi penguasa, yang nasihatin asal-asalan, ga ada dalil atau ambil dalil maupun ayat di waktu yang engga pas. (harus dari ulama, atau karena akan dipertanyakan oleh Allah swt). Tidak boleh seorang da’i berdiri diatas mimbar jika berbicara keburukan seorang penguasa karena bertentangan dengan ajaran Rasul. Barangsiapa yang ingin menasihati Sultan, maka jangan tampak di muka umum melainkan hanya empat mata.

4. Ilmu harus dibangun diatas Manhaj Al-Salaf Asshahih.

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” QS. An-Nisa : 115

5. Menghiasi diri dalam berdakwah dengan sifat maupun akhlak yang terpuji dari sifat-sifat yang tercela.

  • Hiasi diri dengan ilmu dan fiqih melalui majelis2 ilmu, ustad2 yang terpercaya, berkumpul dengan orang-orang shalih. Menambah wawasan dan membuka pola pikir. Dan amalan yang paling dekat ke surha adalah, dengan menuntut ilmu. Jalan menuju majelis2 ilmu juga merupakan ladang pahala.
  • Berlemah lembut ketika berdakwah, tidak kasar, tidak cemberu, ketus, atau manyun.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” QS. Al-Imran : 159

  • Tidak dengan terburu-buru atau tergesa-gesa maupun cepat marah. Sabar dalam berdakwah.

Allah akan menyempurnakan orang yang sabar dengan tanpa hisab di hari nanti. Mungkin ini bagian yang sulit. Mau menjadi kaum salafi tetapi bukan seperti kaum salafi, yang masih sangat jauh seperti akhlak dan keimanan para sahabat rasul. Setiap perjalanan harus dengan didasari dengan ilmu, dan dengan tidak asal mengambil referensi atau dalil yang tidak sahih. Maka tidak semua ulama bisa berbicara, pentingnya melatih ketabahan dan pemahaman dalam menyampaikan sesuatu agar dapat diterima dengan baik dan benar. Orang yang kuat, orang yang menahan hawa nafsu (sabar) dan orang yang berani yaitu orang yang memegang sunnah. Jadilah orang yang kuat dengan menjadikan setan sebagai musuh. Harus dengan dilawan rasa itu. Dan orang yang berilmu, yaitu yang memiliki rasa takut kepada Allah, bergetar hatinya jika mendengar nama Allah, dan tidak tenang hatinya jika berbohong atau melakukan dosa. Allahumma Aamiin.

Jadiii maksimalkan waktu dan fasilitas yang ada dalam hal yang bermanfaat dan tinggalkan hal yang sia sia karena sungguh hal yang sia-sia hanya bersifat sementara yang berujung pada kerugian dan penyesalan. Serta jalan ke surga banyak cara dan bekal yang akan menolong kita nanti hanya amal bukan apapun, dan surga juga tidak bisa menerima sistem orang dalem kecuali dengan memilikinya anak-anak yang salihah. Karena pada hari nanti orang-orang akan saling putus hingga rela menggadaikan sanak-keluarganya demi tidak ingin merasakan pedihnya azab Allah. Tetapi ingat juga Hablumminallah dan Hablumminannas, karena kita hidup juga selain hanya beribadah kepada Allah juga disuruh bekerja dan berusaha menjemput rezeki yang halal. Semoga apa yang telah ana sampaikan dapat bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kekurangan. Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

maxresdefault.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s