Berdakwah Bukan Hanya Diatas Mimbar

Assalamualaikum Wr. wb

Akhirnya setelah sebulan berlalu ana baru sempet nulis lagi, dikarenakan belakangan kemarin banyak bepergian keluar kota maupun keluar provinsi untuk ngurusin hal maupun kewajiban tugas hidup (sok orang penting bgt plis >,< haha). Kali ini ana masih membahas kelanjutan dari postingan ana sebelumnya dan mengenai realita kehidupan kita yang terjadi saat ini di tengah-tengah ketidaksadaran ancaman kapitalis asing dan bagaimana solusi  yang tepat untuk kita aplikasikan di era yang sedang kita jalani ini. Kalau menurut ana, solusi sebelumnya yang telah ditawarkan dan dipaparkan oleh para ulama, maupun pendakwah yang bijak dan kritis jelaslah sangat benar, karena itupun memang tidak akan pernah berubah dari zaman ke zaman dimana sumber dan solusinya hanya ada pada Al-Qur’an (Pedoman Hidup Umat Muslim) dan Sunnah (Jalan Rasulullah dan para sahabat). Sebenarnya mereka menguasai dunia ini sudah direncanakan jauh-jauh sebelum kita semua ada, karena apa? Tentu visi mereka ingin menciptakan new world order, one nation, one religion, one government and of course, and if you know what I mean.. One-Eye, the illuminati. Tentu saja mereka telah mengetahui dan mempelajari Al-Qur’an bertahun-tahun untuk mencari kelemahan umat muslim dan mulai mencari berbagai macam cara agar bagaimana mereka bisa menyesatkan kita walaupun mereka sudah mengetahui kebenaran Allah swt tetapi mereka adalah memang kaum yang paling suka melawan dan tidak mau menerima aturan Allah swt serta memusuhi umat muslim. Maka dari itu, mereka bergerak perlahan-lahan menjadi musuh dalam selimut baik kafir maupun munafik (yang membela kafir) dengan cara merusak Islam melalui citranya. Baik melalui perusakan akhlak generasi penerus muslim, ideologi modern yang sesat, media liberal, jaringan atau organisasi abal-abal yang berkedok islam maupun berkedok jihad untuk dibisniskan.

Ini langsung aja ya ana bahas kenapa kita umat muslim harus segera melawan kapitalis. “Sesungguhnya jika manusia melihat orang yang zhalim, namun mereka tidak mencegahnya, dikhawatirkan Allah segera menimpakan hukuman dari sisi-Nya.” – Sabda Rasul dalam riwayat Nasai.

Sebelumnya ana memang sangat sedih, melihat dan menyadari keadaan kita yang memang sudah hidup di akhir zaman. Tetapi dibalik semua ini juga ana sangat-sangat bersyukur tiada hentinya kepada Allah swt karena ana disegerakan atas pentingnya pemahaman mengenai apa itu sejatinya arti kehidupan dan manusia dalam hidup ini. Ga ada yang paling ana nikmati dari kado petunjuk dan hidayah dari Allah untuk ana, karena orang-orang pilihan Allah hanyalah orang-orang yang beriman, mengikuti Rasul, dan yang mencintai Allah sebagaimana Allahpun mencintai mereka. Sesungguhnya seberat-berat hukuman yang Allah berikan kepada manusia adalah manakala ia telah berpaling darimu, dia tidak lagi mau berbicara dan mendengar pembicaraan darimu, ia biarkan engkau terlena oleh dunia tanpa perasaan menyesal disaat meninggalkannya. Cukuplah Allah menarik nikmat dan kelezatan ibadah dalam dirimu itu sebagai hukuman kepadamu (Al-Imam Hasan Al Bashri RA).

Berdakwah bukan hanya diatas mimbar. Mungkin ini judul yang tepat, karena dalam keadaan era demonstrasi (bahan olok-olokan) Indo yang sedang berlangsung sinema hukum tertukar antara Buni Yani dan Ahok ini, para anak-anak hedon dan generasi muda penerus bangsa sebagian besar sudah enggak lagi berada di Masjid, melainkan di sosmed atau internet lewat EYEphone EYEphone-nya mereka. Bahkan udah ga jarang ana liat banyak sekali yang dengan puas membuat jokes orang-orang yang membela Al-Qur’an, melontarkan perkataan tanpa disaring, ada juga yang bangga karena ninggalin kewajiban dan pamer maksiat di muka umum, serta ejekan, caci maki, canda tawaan, gosip-gibah, geng kaya miskin, maupun penyakit dengki hasad sudah merupakan makanan sehari-hari kebanyakan manusia tanpa dirasai perasaan takut. Ana juga sudah kebal dengan mereka yang melihat ana agak aneh dengan kefanatikan agama ana ini. Dari yang ngetawain ana pecinta rasul, anak pesantren, pake syar’i, calon suami teroris atau celana cingkrang, sampe dikatain mimpi jadi calon bidadari surga. Tapi justru ana malah kasihan sama mereka, bukan dendam sama sekali. Karena mau pembelaan gimanapun kalo pahamnya belum kesampean juga ga akan ngerti gitu, dan ana selalu ingat nasihat Imam Syafi’i dan Rasul, kalo dilarangnya bedebat dengan orang-orang yang bodoh, karena mereka akan menyakiti hati. Dan bagi kami, hal yang paling sia-sia adalah berdebat dan bergosip. “Orang yang paling sabar diantara kamu ialah orang yang memaafkan kesalahan orang lain padahal dia berkuasa untuk membalasnya.” -HR. Baihaqi.

Padahal ilmu agama itu luas. Kalo kita lihat ada tembok hitam dan ada titik putih lalu kita zoom-in itu titik putihnya bagaikan lautan. Dan sejatinya wanita yang saleh di dunia akan jauh lebih indah dari bidadari surga nanti karena ujian dan kesabaran yang mereka jalani di dunia ini terhadap ketaatan Allah, ibarat mereka seperti jajanan dan wanita salih ini nasinya. Allah maha adil kan? Jadi bagi ana nyesel banget tuh mereka yang hidupnya ikut mendewakan propaganda penyembah si one-eye ini. Secara ga sadar, mereka bangga ikut-ikutan trend bid’ah. contoh: pesta tahun baru, ulang-tahun, perayaan hari khusus, infotainment, drugs and alcohol, and even the most special offers are the music, high material and of course sex. Itu agenda penghancuran mereka, yang dimana intinya cari cara untuk misahin dari ilmu agamanya Allah, atau Tauhid. Masih banyak bid’ah lainnya yang buat kok hidup kaga enak-enaknya. Ya sejatinya itulah yang mereka tawarkan, jalan ke nereka. keasyikan dan kebebasan. Jadi bagi ana, mereka yang udah “sadar” kebenaran tapi udah terlanjur “keenakan” dan mendukung sistem “kebebasannya” (orang-orang munafikun), sejatinya bagaikan pengikut dajjal yang tersembunyi, kalau yang engga tobat-tobat dan sudah menjadi darah daging ya. Sorry to say, karena “pengikut hawa nafsu” dan apapun yang diawali dengan itu akan mengakibatkan kebatilan. Kalo yang belum sadar, dengan tulus hati ana doakan semoga segera bertaubat dan menjemput hidayah maupun petunjuk itu. Kejarlah seperti bola, bukan bola yang mengejar kita.

Perubahan memang memerlukan proses yang panjang. Apalagi dalam menuntut ilmu, dan proses memerlukan waktu. Namun waktu kita di dunia tidaklah banyak. Maka lakukan sekarang sebelum waktumu habis sia-sia. Itulah yang akan berdampak jika orang tidak punya ilmu agama atau tidak diterapkan dari kecil, ia hanya akan tumbuh dengan tujuan memenuhi dan memuja hawa nafsunya, demi mengejar duniawi saja, demi mencintai dan mengharapkan manusia saja. Materi yang tak dirasa cukup, popularitas-eksistensi, jabatan, kekasih maupun geng berkelas. Sad isn’t it? Beda dengan hal-nya yang berlomba dalam kebaikan dan ingin menjadi pasukan serta menanti sang Al-Mahdi, pemimpin khilafah kami yang pasti akan memimpin kembali kejayaan umat muslim di dunia. Tapi dikira gampang jadi pengikut Al-Mahdi? Hendaknya kita belajar. karena yang tersisa pada akhir zaman ini hanya akan ada pengikut Dajjal dan pengikut Al-Mahdi. Ingat, dajjal ini akan mempunyai jutaan pengikut dan bisa menjelma. Dan yang akan menjadi pengikut Al-Mahdi adalah hanyalah orang-orang yang beriman, yang berilmu, yang dapat memahami  Al-Qur’an dan Assunnah (Al-Hadits) sehingga mereka dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

Adanya kabar Shahih dan Sah dari Rasulullah, Ahlussunnah wajib meyakini kedatangan Imam Mahdi. Bahkan kabar dan info yang di teliti oleh para Ulama Rabbaniyyun dan para Muhadits derajatnya Hadits ini adalah sampai Muttawattir. Dimana turunnya Imam Mahdi akan dinanti-nantikan seantero jagad raya ini bersamaan bersama Nabi Isa Alaihissalatuwassalam. Kita pun diperintahkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu AlaihissalatuWassalam apabila telah tiba kedatangannya untuk berbaiat dengan Imam Mahdi dengan cara apapun walaupun dengan cara merangkak. Jika di larang negara (itu pun kalo masih ada negara tsb di zaman itu) maka dengan senang hati harus melepaskan semua nya. Kewarganegaraan, perlindungan dari sistem thagut (hukum yang tidak berdasarkan syariat islam), riba, dan sebagainya. Tapi hanya orang beriman sajalah yang bisa. Untuk orang kafir dan munafik akan menyebut orang beriman ini sebagai teroris. Wallahu a’lamu. Bahkan ana pernah denger ada ulama yang cinta dunia tapi berujung jadi pengikut Dajjal (Ya allah T_T). Maka dari itu mumpung kita masih dikasih kesempatan oleh Allahu Tabaraka Wata’ala marilah kita perbanyak belajar mengkaji, memahami dan mengamalkan isi yang terkandung didalam kitab Alqur’an & Assunnah sehingga kita tidak tersesat dikemudian hari dan bisa berdiri dibarisan para prajurit Al-imam Mahdi. Carilah guru atau ustadz yang benar yag pengamalannya sesuai dgn Alqur’an dan Assunnah. Jika tidak sesuai dari tuntunan Rasulullah jangan diikuti. Karena dizaman skrg banyk sekali aliran2 yang menyimpang dr tuntunan Rasulullah. Misalnya yang merujuk pada kaum takfiri dan menjadikan kelompok ahli bid’ah atau khawarij. Amit-amit apalagi kalo ada yang gasadar Syi’ah. karena di kita udah banyak yang masuk. Ana juga serem sendiri. Pokonya banyak pengalaman ana menghadapi kelompok2 yang keras hati dan keras kepala, sampe gatel pengen marah liat ustad-ustad dicaci dan ana komen di grup facebook yang radikal, juga gasadar ke pengajian yang menipu (padahal ana sblmnya udah tanya abi ana dulu). Nyali ana sebesar apa coba demi mencari jalan kebenaran. Ana selalu banyak berdoa dan selalu mohon perlindungan sama Allah. Padahal ana ini wanita dan ana harusnya engga boleh tergesa-gesa. Yang penting kita niati belajar, dan hafalkan 10 ayat pertama surat Al-Kahfi setiap malam jum’at dan di hari jum’at agar kita semua dijauhkan dari fitnah akhir zaman atau dajjal. Allahumma Aamiin.

Balik lagi ke inti permasalahan, jika sebelumnya ana posting tentang bagaimana solusi kapitalis dan kehidupan dalam sistem khilafah. Masih kejauhan, dan jalan kita masih sangat panjang. Lalu bagaimanakah cara yang dapat kita maksimalkan terlebih dahulu? Baik, ana akan merangkum pembahasan mengenai 5 kaedah dalam memperbaiki umat (Al-Ishlah) menurut Syeikh M. Umar Mazbhul. Ini menyangkut dengan bagaimana menyadarkan umat jahiliyah masa kini juga. Berdakwah juga harus pakai ilmu bukan? Tidak dengan cara mereka yang memakai hawa nafsu, melawan atau mencaci, bahkan mengkafirkan saudaranya sendiri. Yang ada kita kabur ketakutan, ya kan? hehe…

Sebelumnya ana jelaskan, kita umat muslim harus rajin menuntut ilmu syar’i. Mengikuti Ahlussunnah, Manhaj Salafi. Ajaran Rasulullah saw dan jejak para sahabat rasul. Keutamaan dan keuntungan mengikuti Ahlussunnah adalah :

“Dan Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” QS. At-Taubah : 100

  • Mendapatkan ridhanya Allah swt.
  • Allah siapkan baginya surga, dan kekal selama-lamanya.
  • Keberuntungan / Kemenangan yang besar dan agung.

1. Bahwa isi atau pesan yang asas dan mendasar dari pesan ishlah adalah Tauhidah, dan perbaikan Aqidah. Dan ini merupakan cara dakwah para nabi dan rasul.

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[826] itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya[826]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” QS. An-Nahl : 36

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. QS. Yusuf : 108

Adapaun cara berdakwahnya dengan:

  • Bersaksi / Bersyahadat.
  • Berdasarkan dengan ilmu (Basira’)
  • Tidak dengan teriak2, melawan, atau mengata-ngatai
  • Berpesan jika tetap syirik, maka sebanyak amal apapun akan tidak diterima (Jika mengkufuri Tauhid).
  • Tidak dengan masih percaya tahayul (minta2 di kuburan, percaya dukun, kanjeng, atau semacem nyi roro kidul).

Lalu apa keuntungannya? Janji, Allah swt akan mendatangkan kemenangan di muka bumi dan akan dirubah ketakutan dengan syarat: hanya beribadah kepada Allah (mengtauhidkan) tidak syirik, kemudian berdasarkan syari’at islam yang sesuai. Disini masih sangat luas sekali ya, sesuai.. yang berarti shalat harus benar, wudhu harus bener, membedakan batal atau tidak, halal dan yang haram, zakat, haji, dan ibadah-ibadah lainnya. Jadi kudu dibenerin dulu gitu.

2. Perbaikan itu dimulai dari individu masing-masing. Tidak mulu harus menunggu, baik dari masyarakat, maupun dari penguasa.

Manhaj Sunnah, yaitu dengan tidak dengan berteriak atau menuntut penguasa tetapi syariatnya sendiri belom bener, misal kaga solat. Jadi pernah ada sebuah contoh di Al-Jazair, dimana partai islam pernah menang, tapi kebanyakan tuh masyarakatnya belom pada ngerti dan paham, jadi aja kemudian ga bertahan lama lalu dikendalai lagi oleh yang lain atau spt semula. Jadi, kudu didakwahi dengan penuh kesabaran dan ketabahan tentunya. Mengubah pemikiran dari yang buruk ke yang baik. Lalu, perbanyak belajar fiqih, tauhid, aqidah, cara beribadah yang baik, benar, dan sah. serta mengkaji dan membaca Al-Qur’an dan memahami terjemahannya. Adapun dengan bersedekah, tetapi tidak dengan asal-asalan. Dimulai dari mencukupi diri sendiri, kemudian istri, anak-anak, saudaramu, hingga pembantu-pembantumu. Karena modal kebaikan sebuah keluarga adalah pencapaian kemakmuran suatu desa. Dan hasil kebaikan maupun keberkahan desa adalah modal untuk perbaikan negara. Allahumma Aamiin. Karena tidak akan ada rusak di suatu daerah atau kaum jika masih menjunjung ilmu itu. Yuk perbaiki diri kemudian ke orang terdekat kita. Jangan kejauhan ngurusin mati-matian untuk jihad kalo disekeliling kamu masih berantakan hehe. Karena bagi pria mengurus orang tua yang sudah tua sama dengan jihad. Bagi wanita, menaati perintah suamipun juga jihad. kalo jihadnya jomblo? Belajar perbaikin akhlak, sebari menuntut ilmu, baik itu bekal pengantin, dan manahan hawa nafsu hehe.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” QS. Ar-Ra’d : 11

3. Sebelum berdakwah atau beramal juga harus memiliki ilmu. Karena dalam menuntut ilmu memiliki pahala yang sangat besar sekali.

Rasulullah bersabda ; “Mencari Ilmu adalah kewajiban dari setiap muslim.” – Anas bin Malik. dan “barangsiapa yang Allah hendaki kebaikan, maka ia berikan paham mengenai agamanya.” – HR. Bukhari Muslim.

Ciri-ciri orang yang baik dimata Allah dan Rasul:

  • Orang itu mau belajar, walaupun capek atau susah.
  • Menunjukkan ke-Istiqamahannya di jalan Allah swt.
  • Mendapatkan pahala yang besar ; 1 bab ilmu yang dipelajari, lebih baik dari dunia beserta isinya.
  • Amalan yang besar dan paling dicintai Allah swt.
  • Dan siapa aja yang menuntut ilmu, (gapandang usia atau apapun itu) juga akan dicintai Allah swt.
  • Harus mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah.

Jihad yang paling baik yaitu dengan menyampaikan terlebih dahulu yang Haq kepada para penguasa, bukan yang batil. Dan tidak ada bedanya cara penyampaian kepada penguasa dengan individu. Tidak menyakiti hati di hadapan orang lain, harus disisi (Inda’). Dan jangan pernah berkata kasar. Karena keimanan seseorang cukup dilihat dari lisannya. Hati-hati dengan suatu kebodohan, karena bisa menyesatkan atau merusak individu atau umat, bahkan bisa menghancurkan dan membunuhkan. Dan emang kalo engga ada orang yang berilmu, bisa mengakibatkan musibah. Ada yang gabisa bedain mana ulama atau bukan, yang bodoh jadi penguasa, yang nasihatin asal-asalan, ga ada dalil atau ambil dalil maupun ayat di waktu yang engga pas. (harus dari ulama, atau karena akan dipertanyakan oleh Allah swt). Tidak boleh seorang da’i berdiri diatas mimbar jika berbicara keburukan seorang penguasa karena bertentangan dengan ajaran Rasul. Barangsiapa yang ingin menasihati Sultan, maka jangan tampak di muka umum melainkan hanya empat mata.

4. Ilmu harus dibangun diatas Manhaj Al-Salaf Asshahih.

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” QS. An-Nisa : 115

5. Menghiasi diri dalam berdakwah dengan sifat maupun akhlak yang terpuji dari sifat-sifat yang tercela.

  • Hiasi diri dengan ilmu dan fiqih melalui majelis2 ilmu, ustad2 yang terpercaya, berkumpul dengan orang-orang shalih. Menambah wawasan dan membuka pola pikir. Dan amalan yang paling dekat ke surha adalah, dengan menuntut ilmu. Jalan menuju majelis2 ilmu juga merupakan ladang pahala.
  • Berlemah lembut ketika berdakwah, tidak kasar, tidak cemberu, ketus, atau manyun.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” QS. Al-Imran : 159

  • Tidak dengan terburu-buru atau tergesa-gesa maupun cepat marah. Sabar dalam berdakwah.

Allah akan menyempurnakan orang yang sabar dengan tanpa hisab di hari nanti. Mungkin ini bagian yang sulit. Mau menjadi kaum salafi tetapi bukan seperti kaum salafi, yang masih sangat jauh seperti akhlak dan keimanan para sahabat rasul. Setiap perjalanan harus dengan didasari dengan ilmu, dan dengan tidak asal mengambil referensi atau dalil yang tidak sahih. Maka tidak semua ulama bisa berbicara, pentingnya melatih ketabahan dan pemahaman dalam menyampaikan sesuatu agar dapat diterima dengan baik dan benar. Orang yang kuat, orang yang menahan hawa nafsu (sabar) dan orang yang berani yaitu orang yang memegang sunnah. Jadilah orang yang kuat dengan menjadikan setan sebagai musuh. Harus dengan dilawan rasa itu. Dan orang yang berilmu, yaitu yang memiliki rasa takut kepada Allah, bergetar hatinya jika mendengar nama Allah, dan tidak tenang hatinya jika berbohong atau melakukan dosa. Allahumma Aamiin.

Jadiii maksimalkan waktu dan fasilitas yang ada dalam hal yang bermanfaat dan tinggalkan hal yang sia sia karena sungguh hal yang sia-sia hanya bersifat sementara yang berujung pada kerugian dan penyesalan. Serta jalan ke surga banyak cara dan bekal yang akan menolong kita nanti hanya amal bukan apapun, dan surga juga tidak bisa menerima sistem orang dalem kecuali dengan memilikinya anak-anak yang salihah. Karena pada hari nanti orang-orang akan saling putus hingga rela menggadaikan sanak-keluarganya demi tidak ingin merasakan pedihnya azab Allah swt. Tetapi ingat juga Hablumminallah dan Hablumminannas, karena kita hidup juga selain hanya beribadah kepada Allah swt juga disuruh bekerja dan berusaha menjemput rezeki yang halal. Sebagai penutupan, nih ana kasih sebuah gambaran video yang bagus. Simak video terbaru dari lampu islam berikut yang akan membuat kalian tercengan : When Illuminati Rules The World Indonesian Subtitle . Semoga apa yang telah ana sampaikan dapat bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kekurangan. Wassalamualaikum Wr Wb 🙂

maxresdefault.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s